80 Tahun Indonesia Merdeka: NU Kalbar Ajak Bangsa Jaga Persatuan dengan Akhlak

80 Tahun Indonesia Merdeka: NU Kalbar Ajak Bangsa Jaga Persatuan dengan Akhlak

Kemerdekaan Adalah Amanah

IndonesiaDalamBerita – Peringatan 80 tahun Indonesia merdeka pada 17 Agustus 2025 menjadi momen penting untuk kembali mengingat hasil perjuangan panjang penuh darah, air mata, dan doa para pendahulu bangsa.

Seperti yang di dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 kemerdekaan bangsa Indonesia. “melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.”

Pesan Bendum NU Kalbar: Suara Kritis dengan Akhlak

Dalam kesempatan refleksi 80 tahun merdeka, Bendahara Umum NU Kalimantan Barat, Dirman, menyampaikan beberapa himbauan yaitu:

  1. Kepada Mahasiswa
    Dirman mengingatkan bahwa suara kritis adalah cahaya bagi bangsa, namun jangan sampai berubah menjadi api yang membakar diri sendiri.
    Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 104:

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”
Aspirasi boleh disampaikan, tetapi harus dengan akhlak, adab, dan jalan damai.

2. Kepada Pemerintah Republik Indonesia
Ia menegaskan bahwa kekuasaan adalah amanah, bukan milik pribadi. Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 menekankan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat.
Dirman mengutip sabda Nabi Muhammad ﷺ:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad). Karenanya, setiap kebijakan harus berpihak pada rakyat kecil dan menegakkan keadilan.

Baca Juga: Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman Terpilih Jadi Ketua Umum IKAL Lemhannas 2025–2030

3. Kepada Seluruh Elemen Bangsa
Dirman mengingatkan dalam Islam bahwa dunia kita hanyalah titipan dari Tuhan, kekuasaan adalah ujian yang dijalani, dan rakyat adalah amanah.
Ia mengutip Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin:

“Rusaknya rakyat karena rusaknya pemimpin, dan rusaknya pemimpin karena hilangnya nasihat dari para ulama.”
Maka karena itu, rakyat dengan penyampaian kritisnya terhadap keaadaan, pemerintah dengan kebijakannya dalam memimpin negara, dan ulama dengan nasihat-nasihat yang diberikan.

Merawat Persatuan dengan Akhlak

NU Kalimantan Barat menekankan akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa, Caranya yaitu saling membantu, memberi ruang demokrasi dan saling mengisi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya secara tertib.

Dirman menutup dengan peringatan dari QS. Al-Anfal ayat 46:

“Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu; dan bersabarlah, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Dalam usia 80 tahun kemerdekaan, NU Kalbar mengajak seluruh bangsa Indonesia kembali ke esensi perjuangan dengan menjaga bangsa, melindungi rakyat, dan menegakkan keadilan.

Indonesia merdeka bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dipertanggungjawabkan di hadapan tuhan yang maha Esa. Melalui semangat kebersamaan dan persatuan membuat kemerdekaan kita menuju Indonesia yang bersatu, sejahtera, dan maju.

Ikuti update terbaru seputar Berita di sosial media kami:
Tiktok: @indonesiadalamberita_  | Instagram: @indonesiadalamberita

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *