Gebyar Wawasan Kebangsaan 2025: Lemhannas RI Tekankan Kemandirian di Tengah Gejolak Global

Gebyar Wawasan Kebangsaan 2025: Lemhannas RI Tekankan Kemandirian di Tengah Gejolak Global

Gebyar Wawasan Kebangsaan 2025: Perkuat Kedaulatan RI Hadapi Ketidakpastian Global

01 Juli 2025 — Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas RI) kembali menunjukkan perannya sebagai national strategic think tank melalui penyelenggaraan Gebyar Wawasan Kebangsaan yang digelar pada Senin, 30 Juni 2025 di Jakarta. Forum strategis ini menekankan urgensi memperkuat kemandirian dan ketahanan nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Tema Utama: Kemandirian Bangsa di Tengah Krisis

Dengan mengangkat tema “Membangun Kemandirian Bangsa di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Global”, acara ini menjadi wadah dialog lintas sektor untuk merespons tantangan strategis yang kini dihadapi Indonesia.

“Forum ini bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar intelektual merumuskan arah kemandirian bangsa,” tegas Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, M.Si.

Narasumber Kelas Nasional Turut Hadir

Acara yang berlangsung secara hibrida ini menghadirkan tokoh nasional dari beragam latar belakang, antara lain:

  • KH Yahya Cholil Staquf – Ketua Umum PBNU

  • Prof. Dr. (H.C.) drg. H. Chairul Tanjung – Pengusaha nasional, CEO CT Corp

  • Raden Pardede – Ekonom senior

Mereka membahas strategi memperkuat ketahanan nasional dari sisi ideologi, ekonomi, dan teknologi.

Sorotan Masalah: Impor Beras & Kedaulatan Digital

Lemhannas RI menyoroti dua persoalan serius yang mengancam kemandirian Indonesia:

1. Ketahanan Pangan Rapuh

Menurut data BPS, impor beras Indonesia mencapai 3,85 juta ton sepanjang Januari–November 2024, naik 52% dari tahun sebelumnya. Thailand menjadi pemasok terbesar dengan kontribusi 30,97%, menandakan ketergantungan yang tinggi terhadap luar negeri.

2. Kedaulatan Digital Terancam

Ketergantungan pada raksasa teknologi seperti Google, Microsoft, Meta, dan Amazon menjadi ancaman tersendiri. Dominasi platform asing membuat data strategis nasional rentan bocor dan terpusat di luar negeri.

Baca Juga: Prabowo sebut Indonesia butuh polisi bersih dan melindungi rakyat tertindas

Gubernur Lemhannas RI bersama jajaran TNI dan Polri memberikan keterangan pers di acara Gebyar Wawasan Kebangsaan 2025.
Gubernur Lemhannas RI Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, M.Si., bersama jajaran perwira tinggi TNI dan Polri menyampaikan pernyataan dalam rangkaian acara Gebyar Wawasan Kebangsaan 2025 di Jakarta. (Foto: Lemhannas RI)

Dampak Krisis Geopolitik Global

Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok turut memperburuk situasi. Sejak April 2025, AS menerapkan tarif impor hingga 145%, yang dibalas Tiongkok dengan tarif 125%. Hal ini mengganggu rantai pasok global dan berdampak langsung pada ekonomi Indonesia.

Topik Strategis yang Dibahas

Dalam forum ini, para narasumber menyoroti tiga area utama:

  • Reaktualisasi Pancasila sebagai fondasi menghadapi polarisasi ideologi global

  • Pemberdayaan ekonomi melalui kewirausahaan nasional

  • Kebijakan jangka panjang untuk memperkuat daya tahan bangsa

Harapan & Dampak

Forum ini diharapkan dapat:

  • Meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat

  • Mendorong kolaborasi lintas sektor

  • Menginspirasi generasi muda agar terlibat aktif dalam menjaga kedaulatan bangsa

Acara ini juga terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara daring melalui kanal media sosial resmi Lemhannas RI dan website resmi http://www.lemhannas.go.id.

Ikuti update terbaru seputar Berita di sosial media kami:
Tiktok: @indonesiadalamberita_  | Instagram: @indonesiadalamberita

admin

One thought on “Gebyar Wawasan Kebangsaan 2025: Lemhannas RI Tekankan Kemandirian di Tengah Gejolak Global

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *